Fungsi Transistor Sebagai Penguat

Sikeplu


Transistor merupakan komponen semikonduktor yg mempunyai poly fungsi misalnya penguat, pemutus, penyambung, stabilitas tegangan, & modulasi sinyal. Komponen ini poly dipakai pada rangkaian-rangkaian elektronika.

Hampir seluruh perangkat elektronika memakai transistor menjadi komponennya. Adapun perangkat elektronika tadi pada antaranya televisi, komputer, ponsel, audio player, video player, konsol game, power supply & amplifier.

Penggunaan transistor sebagai penguat hanyalah salah sesuatu dari banyaknya kegunaan dari komponen transistor, yang artinya transistor bisa membuat suatu sinyal keluaran menjadi besar yang mampu berupa tegangan, arus, sinyal audio, baik arus DC maupun AC.

Fungsi Transistor

Transistor mempunyai 2 fungsi utama, yaitu menjadi saklar elektro & penguat arus. Adapun penjelasannya menjadi berikut:

  • Sebagai Saklar Elektronik
    Transistor bisa dipakai menjadi saklar. Sebab, transistor bisa mengatur bias berdasarkan satu transistor ke transisor lainnya. Sehingga dihasilkan interaksi singkat antarkaki konektor menggunakan emitor.
  • Sebagai Penguat Arus
    Agar mampu dipakai menjadi penguat arus, transistor wajib dibiaskan tegangannya dalam basis secara konstan. Ini dilakukan supaya emitor keluar menggunakan besaran tegangan yg tetap.

Transistor Sebagai Penguat

Prinsip dasar amplifikasi atau penguatan sinyal yakni meningkatkan amplitudo sinyal yg diberikan di input yang pastinya tanpa mengubah karakteristik dari sinyal itu sendiri. Pelaksanaan penguat ini sendiri aneka macam dipakai misalnya saja dalam rangkaian driver, radio RF, instrumen video dll.

rangkaian penguat transistor

Pada artikel sebelumnya sempat dibahas penggunaan transistor selaku saklar dan pada postingan ini mulai memfokuskan ke transistor sebagai penguat atau sebagai amplifier. 

Nah seperti yang kami ketahui bahwa suatu transistor mulai menjadi benar benar “ON” pada kondisi saturasi dan mulai menjadi “OFF” pada tegangan cutoff.

Jika suatu transistor mulai difungsikan selaku suatu penguat maka kalian harus membuat transistor tersebut untuk berada diantara saturasi dan cutoff, lebi mendetail mulai dibahas pada postingan berikutnya.

Transistor bisa digunakan sebagai sebuah penguatan / amplifier dengan 3 konfigurasi berlainan adalah :

Penguat Common Emitter (CE), pada konfigurasi ini emitor dari transistor akan dihubungkan ke ground dan kami mulai memiliki impedansi input yang tinggi, impedansi keluaran yang tinggi dengan penguatan yg tinggi juga. Jenis penguatan dengan konfigurasi tidak jarang dipakai pada circuit penguat tegangan.

Ciri penguat jenis ini ialah :

1. Stabilitas penguatan transitor yang rendah karena sungguh bergantung ke bias transistor.

2. Sering dikombinasikan dengan umpan balik / feedback alasannya adalah buat menangkal adanya umpan balik posifit yang mungkin timbul.

3. Biasanya dipakai pada circuit penguat frekuensi rendah misalnya saja penguat audio frekuensi rendah.

4. Frekuwensi output nya mulai menjadi berbalik 180 derajat kepada sinyal input yang diberikan.

Transistor Sebagai Penguat Emitor

Penguat Common Collector (CC), konfigurasi yang satu ini menghubungkan kaki collector transistor ke ground yg sebagai akhirnya akan didapatkan impedansi output yg rendah, impedansi keluaran yang tinggi dengan nilai penguatan yang cukup baik dan umumnya digunakan pada circuit penguat arus. Ciri penguat jenis ini ialah :

1. Penguatan arus akan sama nilainya dengan HFe transistor itu sendiri

2. Banyak digunakan selaku rangkaian buffer karena impedansi input yang sangat tinggi

3. Sinyal output yang satu fasa dengan sinyal input

Transistor Sebagai Penguat Collector

Penguat Common Base (CB), dengan menghubungkan basis transistor ke ground maka mulai didapatkan impedansi input yg sangat minim dengan penguatan yg rendah juga, karakteristik penguat macam ini adalah :

1. Efek umpan balik yang mampu diminimalisir alasannya isolasi output-input yang tinggi.

2. Cocok digunakan selaku circuit pre-amplifier alasannya adalah impedansi input yg tinggi.

3. Biasanya digunakan di rangkaian frekuensi tinggi jalur UHF dan VHF.

Transistor Sebagai Penguat Base

Kebanyakan konfigurasi yg digunakan dalam sebuah circuit amplifier dengan transistor merupakan dengan konfigurasi CE alasannya menciptakan penguatan yang tinggi dengan impedansi input yg tinggi juga.

Faktor yang lain yg penting juga yakni penguatan level yang mampu didapat, terdapat 2 penguatan yg bisa dicapai dengan penguatan transistor yakni penguatan arus dan penguatan tegangan.

Kenapa diharapkan impedansi input yg tinggi ?

Pada dasarnya semua bentuk sinyal input bagi mampu dikuatkan ialah berupa tegangan, yang bila dihubungkan dengan suatu penguat maka pastinya terdapat impedansi / kendala input.

Jika impedansi input tinggi maka mulai lebih anggun karena tak menambah beban rangkaian pada bab inputnya.

Demikian postingan ini wacana Transistor Sebagai Penguat agar berfaedah.

Saya seorang teknologi enthusiast 🤖 dan salah satu pendiri eurika.my.id, sebuah blog berbagai informasi menarik yang mengedukasi dan hal lainnya… Berangkat dari latar belakang saya, yang menjadi penggiat teknologi dan pendidikan teknologi. Membuat saya tertarik untuk menuliskannya ✍️ di blog agar dapat mengedukasi pembaca… Seiring berjalannya waktu, saya mulai bereksperimen 🕵️‍♂️ dengan segala teknologi IT mulai dari software maupun Hardware… Saya juga menulis di blog 🌐 pribadi saya Sikeplu.
adbanner