Lampu Led: Pemahaman, Fungsi, Jenis, Cara Membuat Rangkaian

Hampir siapa pun niscaya mengetahui ihwal apa itu lampu LED. Sekarang ini, lampu LED memang menjadi favorit banyak kalangan lantaran nilai lebihnya dibanding lampu lain. Selain mempunyai nyala yang terperinci, lampu tersebut juga disinyalir hemat energi dan mampu dipakai jangka panjang.

Selain itu, penggunaan LED juga tidak hanya diperlukan buat keperluan penerangan saja. Jenis lampu yang satu ini juga tidak jarang dipakai untuk aneka macam komponen elektronik lainnya.

Nah pada artikel kali ini, kalian mulai mengupas tuntas wacana rangkaian lampu LED. Mulai dari pengertian, fungsi, macam, cara membuat, sampai keunggulan dan kekurangan dari alat elektronika tersebut. Jangan lewatkan info selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Lampu LED

apa itu lampu led
apa itu lampu led

LED ialah ungkapan yang berasal dari akronim Light Emitting Diode. Komponen tersebut yang dibuat dari materi yg bersifat semi konduktor, serta masih tergolong dalam pembagian terstruktur mengenai dioda.

Sebagai cuilan elektromagnetik, LED bisa memancarkan sinyal monokromatik lewat tegangan bias maju. Meskipun mampu membuat cahaya, tetapi pada LED tidak seperti lampu pijar yang lain.

Meskipun berfungsi buat membuat cahaya, tetapi tidak mengakibatkan panas alasannya adalah LED tidak menggunakan pembakaran filamen.

Selama ini, LED familiar dipakai untuk keperluan penerangan ruangan.  Namun selain itu, LED juga bisa dipakai bagi beragam jenis cuilan elektronik yg lain.

Misalnya menyerupai diaplikasikan selaku rangkaian lampu LED buat lampu utama motor, TV, AC, backlight LCD, rangkaian lampu led emergency otomatis dan yang lain sebagainya.

Bentuk dan Simbol LED

Bentuk dan Simbol LED
Bentuk dan Simbol LED

Berdasarkan bentuknya, LED mempunyai penampilan yg serupa menyerupai bohlam lampu pijar. Komponen tersebut juga mampu membuat cahaya dengan aneka warna yg termasuk berbeda.

Nah bermacam-macam warna yg dihasilkan oleh LED ini berasal dari materi semikonduktor yang terdapat pada alat tersebut. Dimana beragam materi yang bersifat semikonduktor ini difungsikan selaku salah satu pembentuk LED.

Cara kerjanya yakni dengan bikin alat tersebut mampu memancarkan aneka cahaya dengan bermacam-macam warna. Misalnya menyerupai merah, hijau, biru dan lain warna yg yang lain.

Untuk mengenali lebih lanjut perihal simbol dan bentuk dari LED, Anda bisa melihatnya pada gambar di atas.

Fungsi LED

Penggunaan jenis LED ini tidak sebatas pada penerangan ruangan saja. Lampu LED juga dipraktekkan pada bermacam-macam rangkaian elektro yg lain. Dan ternyata fungsi dari lampu LED juga masih banyak lagi.

Kira-kira apa saja fungsi dan kegunaan LED? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

  • LED dipakai untuk indikator dalam beberapa rangkaian elektronik.
  • LED digunakan pada remot kendali untuk sensor inframerah. Misalnya saja mirip lampu LED kecil yg dipakai pada remot AV player, TV, AC dan yang lain sebagainya.
  • Pada alat-alat elektro seperti televisi atau komputer, LED dipakai sebagai bab bagi layar monitor.
  • LED digunakan selaku papan periklanan, reklame dan yang lain sebagainya.
  • LED digunakan bagi backlight layar smartphone, TV, monitor dan yang lain-lain.
  • LED digunakan untuk fasilitas penerangan outdoor, contohnya saja untuk menyanggupi keperluan penerangan area rumah, penerangan jalan raya bahkan pada kendaraan tertentu.
  • LED juga digunakan untuk kebutuhan dekorasi ruangan dan yang lain sebagainya.

Mengetahui Cara Kerja LED

Sama seperti keluarga dioda yang yg yang lain, LED juga mempunyai 2 buah kutub yakni kutub nyata (P) dan negatif (N). Untuk mampu memancarkan cahaya, LED apalagi dulu perlu dialiri oleh arus listrik.

Pada rangkaian, arus listrik nantinya akan dialirkan dengan sistim bias maju merupakan dari anoda ke katoda. Ketika hal tersebut terjadi, keunggulan elektron yang terdapat pada kutub negatif (N) mulai berpindah pada daerah lain. Misalnya saja pada area yang memiliki muatan kasatmata (P material).

Setelah itu elektron akan berjumpa dengan hole kemudian melepaskan proton sehingga LED akan memancarkan cahaya dengan bentuk satu warna (monokromatik). Kurang lebih begitulah cara kerja dari lampu LED yang biasa kita jumpai sehari-hari penggunaannya.

Jenis – macam LED

LED dikatakan juga bersifat transduser dimana rangkaian penggalan ini mampu mengubah energi. Tentu saja macam pergantian energi yg terjadi yaitu dari yg tadinya energi listrik mulai diubah menjadi energi cahaya.

Adapun berdasarkan jenisnya rangkaian lampu LED ini ternyata digolongkan menjadi berbagai macam berikut.

1. Miniature LED

Miniature LED
Miniature LED

Seperti namanya, macam miniature LED ini mampu dikatakan mempunyai ukuran paling kecil dari macam yang yang lain. Penggunaannya biasanya cuma diaplikasikan bagi dekorasi atau keperluan hiasan saja.

Miniatur LED lazimnya tersedia dalam watt yang kecil dan dijual dengan harga yg cukup murah alias terjangkau.

2. Bicolor LED

Bicolor LED
Bicolor LED

Bicolor LED merupakan macam LED yang pengaplikasiannya lazimnya terpasang pada bermacam-macam macam mainan anak. Bicolor LED ini disusun semoga mampu membuat lebih dari satu warna dalam sekali positif.

3. Super Flux LED

Super Flux LED
Super Flux LED

Super flux LED merupakan macam LED yg mempunyai 2 kutub kasatmata dan juga 2 kutub negatif. Oleh risikonya, LED tersebut lazimnya menggunakan konsumsi listrik yang relatif tinggi.

Untuk penggunaannya, super flux LED sering digunakan untuk beberapa keperluan. Diantaranya yakni untuk penerangan jalan, papan iklan, reklame dan lain sebagainya.

4. SMD LED

SMD LED
SMD LED

SMD LED (Surrvice Mount Device) merupakan LED dengan ukuran yg sungguh kecil. Hal ini alasannya ukurannya yang kecil, maka LED ini lazimnya diaplikasikan pada aneka macam perlengkapan rumah tangga.

Contohnya saja mirip dipakai bagi senter, lampu hias, lampu ruangan, sampai digunakan dalam rangkaian lampu LED emergency.

5. COB LED

COB LED
COB LED

COB LED (Chip On Board LED) ialah macam LED yg dalam sesuatu papan terdiri dari berbagai chip. Karena mempunyai banyak chip, maka tingkat cahaya yg dihasilkan oleh lampu LED tersebut lebih terperinci dan merata.

COB LED bisa dibilang selaku perbaikan dari macam LED yg sebelumnya, ialah SMD LED. Sebagai model yang lebih baik, COB LED mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya seperti mempunyai penyebaran cahayanya yang lebih merata, lampu tidak cepat panas, dan lain sebagainya.

6. High Power LED

High Power LED
High Power LED

Seperti namanya, high power LED ini mampu menghasilkan cahaya dengan intensitas yg lebih tinggi dibandingkan dengan LED yang yang lain. Namun meskipun demikian, tipe high power LED ini condong lebih mudah panas. Hal ini alasannya kemampuannya menciptakan cahaya yg lebih intens dibandingkan dengan LED lazimnya .

Untuk penggunaannya, high power LED mampu didapatkan di jalanan biasa . Baik buat penerangan ataupun lampu pada papan iklan dan reklame. Agar tidak terjadi overheating, jenis lampu LED tersebut sangat sesuai untuk digabungkan dengan metode tenaga surya.

Jenis Lampu LED Berdasarkan Warnanya

Jenis Lampu LED Berdasarkan Warnanya
Jenis Lampu LED Berdasarkan Warnanya

Di pasaran, mungkin kita sering mendapatkan rangkaian lampu led 3 volt, rangkaian lampu led 5 volt, rangkaian lampu led 12 volt dan seterusnya. Namun, bahwasanya daya pada rangkaian lampu LED tersebut telah dibuat spesifik berdasarkan warna yg dikeluarkannya.

Berdasarkan warnanya, daya yg dimiliki oleh lampu LED dibedakan menjadi beberapa poin berikut ini:

  • Rona kuning yaitu lampu LED dengan daya 2,2 volt.
  • Warna merah ialah LED dengan daya 1,8 volt
  • Rona hijau merupakan lampu LED yang dibentuk dengan daya 3,5 volt.
  • Rona biru digunakan buat lampu LED dengan daya 3,6 volt.
  • Warna putih bagi lampu LED daya 4,0 volt.
  • Lampu inframerah LED mempunyai data 1,2 volt.

Mengenal Jenis Rangkaian Lampu LED

Rangkaian lampu LED memang condong lebih banyak disukai ketimbang lampu konvensional ataupun lampu pijar biasa. Bukan tanpa argumentasi, selain menawarkan pencahayaan yg lebih terperinci ternyata lampu tersebut juga disinyalir lebih irit daya.

Jika Anda berencana menciptakan rangkaian lampu led buat penerangan rumah. Sebaiknya Anda mengenali wacana macam-macam rangkaian LED berdasarkan tata cara pemasangannya berikut ini :

1. Rangkaian LED Sederhana

Rangkaian sederhana dibentuk dengan dua materi saja, yakni sesuatu buah lampu dan satu buah resistor. Untuk mampu menciptakan rangkaian sederhana, Anda mampu menghubungkan LED secara langsung pada resistor.

Namun alasannya cuma menggunakan satu buah lampu saja tentu saja pencahayaan yang dihasilkan oleh rangkaian tersebut mulai kurang maksimal. Untuk kebutuhan penerangan ruangan yg luas sepertinya macam rangkaian ini belum mampu dibilang cukup, ya?

2. Rangkaian LED Seri

Pada rangkaian seri, Anda membutuhkan beberapa buah lampu LED yang kemudian mulai dipasang sejajar dengan cara seri. Kaprikornus pada tata cara pemasangannya, salah satu output dari power supply mulai terhubung pada kaki anoda dari lampu pertama.

Kemudian lampu kedua mulai dihubungkan pada katoda dan terhubung juga dengan power supply. Karena menggunakan lebih banyak lampu, rangkaian seri ini lebih unggul ketimbang tata cara rangkaian yang sebelumnya.

3. Rangkaian LED Paralel

Cara membuat rangkaian LED yg ketiga ialah dengan menggunakan metode penyusunan secara paralel. Makara untuk rangkaian dengan metode ini, Anda memerlukan beberapa buah lampu sekaligus untuk prosesnya. Misalnya saja dengan bikin rangkaian paralel lampu LED 12 volt dan seterusnya.

Pada rangkaian paralel, Anoda atau terminal faktual akan dihubungkan pada power supply secara pribadi. Sedangkan katoda atau output negatifnya akan dihubungkan langsung juga pada tegangan sumbernya.

Mengenal Skema Lampu LED Berjalan dan Bolak-Balik

Skema Lampu LED Berjalan dan Bolak-Balik
Skema Lampu LED Berjalan dan Bolak-Balik

Setelah sebelumnya kita membicarakan perihal macam-macam rangkaian LED menurut tata cara pemasangannya. Kali ini kita juga mulai membicarakan perihal skema lampu LED berjalan dan bolak-balik. Langsung saja simak pembahasan selengkapnya disini!

1. Rangkaian LED Berjalan

Pada rangkaian lampu LED berlangsung, LED mulai menyala secara bergantian tanpa henti. Inilah mengapa jenis rangkaian lampu LED yg satu ini disebut juga dengan ungkapan running LED. Untuk menjadikannya, Anda memerlukan beberapa cuilan mirip IC 555, kapasitor, resistor dan juga potensiometer.

Pemasangan dengan tata cara ini juga disebut dengan perumpamaan rangkaian lampu LED berjalan 15 karakter. Karena dari 15 pin yg digunakan seluruhnya mulai terhubung pribadi ke ground. Sehungga nantinya akan membuat lampu yang menyala beriringan dengan tanpa henti.

2. Rangkaian LED Berjalan Bolak-Balik

Selain rangkaian berjalan beriringan, ada juga metode pemasangan lampu LED yang menyala bolak-balik. Yakni proses nyalanya akan bergantian dari kiri ke kanan dan seterusnya. Skema rangkaian lampu led berjalan bolak balik bergotong-royong prinsip kerjanya tidak jauh berlawanan dengan rangkaian berjalan.

Komponen yang dipakai juga sama dengan yg sebelumnya, hanya saja nilai dari komponennya yg diubah sesuai keperluan. Selain itu, rangkaian pewaktunya juga bisa diubah. Inilah mengapa nantinya bisa membuat rangkaian dengan nyala LED yg berputar secara bergantian.

Kelebihan dan Kekurangan LED

Meskipun penggunaannya banyak sekali didapatkan di sekeliling , namun bukan mempunyai arti rangkaian lampu macam LED ini hadir tanpa kekurangan.

Banyaknya penggunaan LED, pastinya tidak lepas dari keunggulan dan kelemahan yg dimilikinya. Apa saja keunggulan dan kekurangan lampu LED? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Kelebihan LED

Beberapa kelebihan yg dimiliki oleh lampu LED diantaranya :

  • Lampu LED lebih irit energi, alasannya yaitu konsumsi listrik yg diperlukan oleh lampu tersebut mampu dikatakan 80% lebih irit. Hal ini seandainya dibandingkan dengan kebutuhan energi pada lampu pijar macam yg yang lain.
  • Lampu LED disinyalir lebih infinit alasannya ialah mampu digunakan kurang lebih hingga 5000 jam.
  • Berbeda dengan macam lampu lainnya, LED tidak menciptakan sinar UV serta tidak menggunakan materi merkuri. Hal ini jauh lebih aman untuk manusia maupun alam sekitar.
  • Karena tidak memerlukan pembakaran filamen, LED tidak mudah panas sehingga lebih aman dan tidak mudah rusak.

2. Kekurangan LED

Selain kelebihan-keunggulan yang telah diuraikan di atas, LED juga mempunyai beberapa kelemahan. Berikut ini beberapa poin yang menjadi sisi minus rangkaian lampus LED.

  • Jika dilihat dari sisi harga, tentu saja jenis lampu LED terbilang dibanderol dengan harga yg lebih tinggi atau mahal.
  • Sangat tidak direkomendasikan penggunaan LED ini diterapkan untuk komponen pemanas. Misalnya saja bagi peternakan ayam dan yang lain sebagainya. Hal ini arena LED memang tidak menggunakan pembakaran filamen, sehingga lampu tersebut tidak mampu bikin panas yang cukup.

Kesimpulan

Selain terkenal dengan julukan lampu irit energi, daya yg dibutuhkan bagi lampu LED juga cukup rendah. Inilah mengapa penggunaan LED memang lumayan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Di atas telah diterangkan secara lengkap wacana rangkaian lampu LED. Anda bahkan bisa mempelajari bermacam-macam jenis dan cara bikin rangkaian lampu LED dengan mudah. Semoga ulasan di atas cukup menolong, ya?

Saya seorang teknologi enthusiast 🤖 dan salah satu pendiri eurika.my.id, sebuah blog berbagai informasi menarik yang mengedukasi dan hal lainnya… Berangkat dari latar belakang saya, yang menjadi penggiat teknologi dan pendidikan teknologi. Membuat saya tertarik untuk menuliskannya ✍️ di blog agar dapat mengedukasi pembaca… Seiring berjalannya waktu, saya mulai bereksperimen 🕵️‍♂️ dengan segala teknologi IT mulai dari software maupun Hardware… Saya juga menulis di blog 🌐 pribadi saya Sikeplu.
adbanner